SBY Yang Di Antara Ketakutan atau Keseleo

SBY seperti kehilangan kendali atas situasi yang terjadi saat ini. Dari kasus photo asusila hingga Sidang Ahok yang sepertinya tidak memihak dirinya.

Mendadak NU
Banyak kicauan atau status di anggap mendadak NU (photo: malangtimes.com)

Skenario pun diambil yang sepertinya menggambarkan kepanikannya atau tergelincir dalam permainannya, saat Ketua MUI Ma’ruf Amin menolak adanya komunikasi telepon dengan SBY tanggal 7 October 2016, malah SBY seperti menyudutkan Ketua MUI Ma’ruf Amin atas pernyataannya dengan mencurigai pemerintah melakukan penyadapan atas teleponnya yakni seperti mengiyakan bahwa telepon itu terjadi.

Sebodoh itukah SBY mendeskritkan Ketua MUI Ma’ruf Amin? Bisa jadi jika ini di landasi kepanikan luar biasa ditambah sikap peribadi yang memang ingin citra baik dan selamat sendiri.

Ada 2 alasan di balik tindakan anehnya yang cukup tidak masuk akal bagi orang sepiawai dia:

  1. SBY merencanakan hal lebih besar dengan mengangkat isu penyadapan. Dia seperti menganggap atau menggiring opini publik bahwa ada penyadapan atas Mantan Presiden dan bocor ke publik. Ini seperti sikap biasanya yang selalu bergaya di zolimi dan disakiti yang kita kenal dengan istilah Baper (Bawa Perasaan). Sehingga rekannya di DPR dengan cepat ingin buat tim angket penyadapan yang terkesan di paksakan meski Partai melempem di DPR.
  2. SBY ketakutan akan adanya penyadapan itu, yang di sebuah group FB seorang admin malah buat pernyaatan “….. kalau tidak disadap tentu tindakan makar itu tidak terbongkar om……”. Tentunya jika rekaman itu ada, ada ketakutan yang luar biasanya atas rencana dan mungkin dirinya dan semua impiannya. Ketakukan yang masuk akal atas seorang SBY.

Imbas dari kedua alasan dapat kita lihat:

  1. Yenni Wahid menemui dan memuji Ketua MUI Ma’ruf Amin yang memaafkan Ahok.
  2. Presiden Jokowi tidak merasa penting turut campur karena masalah ini hanya masalah antara SBY dan Ahok dengan pengacara.
  3. Probowo menyampaikan bagaimana ada politikus licik luar biasa yang sangat membahayakan Bangsa ini dalam Pilkada DKI Jakarta.
  4. Ketua MUI Ma’ruf Amin malah menjadi korban dari kelakuan SBY yang terus ingin menyelamatkan diri sendiri, hingga simpati beralih pada Ketua MUI Ma’ruf Amin dan tidak ada yang perduli dengan SBY.
  5. Banyak tokoh yang menyalahkan Ahok sebenarnya bertujuan meredakan emosi masyarakat bawah, karena pengertian akan bisa diberikan kemudian.
  6. Banyak selorohan di media sosial menyindir semakin banyaknya orang yang anti NU jadi dadakan NU yang cukup membuat situasi semakin cair.

 

Yang saya dapat kesimpulan adalah adanya ketakutan luar biasa dari SBY akan semua yang hal yang mungkin terekam oleh pihak lain yang di bayangi kegagalan anaknya dalam Pilkada.

Tapi harus diakui bukan tabiat seroang SBY untuk malu dan mundur semua rencannya, terlebih jika sudah seperti telur di ujung tanduk.

Salam Pewaris Nusantara.

Tag: sby muda, sby jokowi, sby lebaran kuda, sby licik, sby ahli strategi, sby ahok, sby aktor politik, sby aktor demo, sby biang kerok,  sby baper, sby bapak provokator, sby biang kerok demo,

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook