Penyebar Hoax – 2) Ketika Tanpa Sadar, Rumus Surga = Pahala – Dosa

Adalah sifat dasar manusia mau menang sendiri atau mau gampang. Jaman dunia yang semakin serba canggih inipun semakin memanjakan manusia, komunikasi serba cepat, apa-apa serba cepat dan instan.

"SURGA" = "PAHALA" dikurangi "DOSA"?????
Surga itu bukanlah Pahala – dosa semata (photo neraca: sabammanurung.wordpress.com)

Seperti pola ini juga menjadikan pekerjaan rumah sendiri,  karena sifat manusia nya pun juga dibentuk sengaja atau tidak sejalah oleh kemajuan jaman ini yang serba ingin cepat, mudah dan gampang.

Untuk masuk surgapun tertanam tanpa sadar menjadi dipermudah. Misalnya dengan janji pahala instan seperti di media sosial FB, yang hanya dengan cara klik suka (like) dan ketik Amin dan ada yang minta di bagikan (Share).

Sementara kebenaran isu dari yang disukai, dikomentari dan dibagikan itu juga tidak dipertimbangkan dengan cara memverifikasi sumber data atau membandingkannya sumber data lainnya. Yak penting mengejar pahala tanpa perduli akibat yang ditimbulkan dari tindakannya.

Cukup dengan kata pahala dan dosa, maka sepertinya nurani langsung terikut dan mudah mengendalikannya. Karena itu tadi mudah dan cepat dan tak perlu rumit dan ribet.

Untuk merintis jalan kesurga sebagai bagian Kelompok Pencari Surga seperti tulisan sebelumnya memang bukanlah mudah, butuh banyak pengorbanan terutama menekan keinginan hati. Dan inilah sifat duniawi yang paling sulit ditundukan yakni menekan keinginan hati, misalanya amarah. Lebih mudah meluapkan amarah ketimbang mengalahkan amarah itu sendiri.

Amarah itu adalah bagian dari keinginan yang paling sulit di tundukkan, malah sebagian merasa bisa menundukan dengan cara yang fatal, misalnya memendam amarah itu yang seperti memelihara api dalam sekam – tunggu meledak saja.

Merintis jalan ke Surga memanglah sulit, sehinga jalan Penghindar Neraka adala pilihan termudah dan menyenangkan. kelompok Penghindar Neraka sepertinya tanpa sadar atau pun sadar seperti membentuk Rumus matematika untuk mencapai Surga itu dikedalaman hatinya, sehingga masuk surga seperti dapat dinilai dan diukur seperti rumus matematika:

Surga = Jumlah total Pahala – Jumlah total dosa

Jadi kalau nilainya minus maka Nerakalah tempatnya, kalau nilainya Plus maka surgalah tempatnya.

Sepertinya rumus ini adalah yang disadari atau tidak tertanan pada mereka yang suka menyebar hoax (kecuali penerbit hoax sendiri, yang melakukanya untuk kepentingan politik/ekonomi yang tak memperdulikan surga dan neraka).

Tentu peluang semenarik ini adalah pasar yang sangat potensial dan dapat dimanfaatkan oleh mereka yang ingin bermain dan mengeruk keuntungan sesaat.

Misalnya saja yang suka like suatu halaman media sosial FB, yang tak jelas pemiliknya dan hanya karena menunjukan gambar yang mebuat iba dengan sebaris kalimat menjanjikan pahala jika hanya me like, mengetik Amin (semakin menyebar) dan membagikan (menjadikan semakin tersebar).

Halaman FB yang punya pengikut instan ratusan ribu bahkan jutaan adalah sesuatu yang bisa di perjual belikan dengan cepat bagi mereka yang ingin membangun halaman untuk jaringan bisnis yang wah, tentu tak perlu repot untuk membangun dari nol atau membuang uang untuk menayangkan iklan yang tidak bisa memberikan kepastian berapa banyak yang bakal menyukai atau mengikutinya.

Kemudian demi dapat pahala juga sebuah berita atau informasi yang tidak teruji kebenarannya, yang tidak dipertimbangkan apakah bisa merugikan orang lain dan cenderung provokasi juga begitu mudahnya disebar, mungkin demi nilai positif dari rumus tadi, apalagi ditambahkah oleh sifat diri yang memang suka melihat orang/kelompok lain susah.

Apakah pernah dipikirkan bahwa Surga itu tidak bisa diukur dengan cara manusia? Surga itu adalah yang harus diperjuangan dengan sebenarnya yang otomatis diikuti oleh semakin menjauh  neraka.

Kejarlah Surga jangan hanya menghindari neraka.

 

Tag: surga yang tak dirindukan, surga dan neraka, surga dunia, surga adalah, surga atau neraka, surga atau neraka, neraka jahanam, neraka jahanam dan penghuninya, neraka dan penghuninya, neraka adalah, Pembangunan Karakter, pembangunan karakter bangsa, pembangunan karakter sebagai modal menghadapi tantangan global, pembangunan karakter anak, pembangunan karakter diri, pembangunan karakter bangsa, pembangunan karakter generasi muda, hoax adalah, hoax artinya, hoax itu apa, penyebar hoax

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook