Akankah Trump Mengorbankan Palestina Untuk Meredam Isu Timur Tengah?

Kontroversi Trump sepertinya tidak akan segera berakhir, termasuk kebijakan luar negerinya. Seperti rencananya untuk memindahkan Kantor Duta Besar Amerika ke Jerusalem dari Tel Aviv dan diawali dengan pembiaran pembangunan 3000 Pemukiman baru Jahudi di tepi Barat dan Jerusalem seperti akan memantik api baru di Palestina.

Perjuangan (Slogan) Donald Trump
Slogan Trump : Make America Great Again! (photo: businessinsider.com)

Obama dengan kesantunan Politik Luar Negerinya telah membuat isu-isu Palestina mereda dalam 8 tahun terakhir ini dan kiprahnya tentu turut mendorong pengakuan akan Palestina sebagai Negara Merdeka dalam systems 2 Pemerintahan dan 1 Negara. Sikap Politik luar Negari Obama tentu punya pengaruh atas berkibarnya bendera Palestina pertama kali di Markas Besar PBB pada Rabu, 30 September 2015 lalu.  Hal yang membuat beberapa anggota Konggress menahan pencairan Bantuan ke Palestina (tempo.co).

Hal teranyar diakhir masa Jabatannya Obama Mencairkan bantuan yang tertahan oleh Konggres Amerika senilai US$ 221 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun beberapa Jam menjelang pengangkatan Donald Trump.

Ironisnya, disaat Palestina semakin damai meski ada riak-riak selama 8 tahun terakhir ini maka disitu jugalah muncul konflik di berbagai penjuru Arab, termasuk kehebohan munculnya Negara ISIS yang turut menyulut pertempuran besar di Suriah, Libya, Irak dan Yaman yang ujung-ujungnya adalah mengakibatkan Gelombang jutaan pengungsi termasuk ke Eropa.

Arab Saudi dalam hal ini juga merasa bahwa Obama terlalu memberi kelonggaran pada Iran yang didukung Rusia, Rusia malah dituduh mendukung Trump untuk memenangi pemilihan Presiden Amerika. Ditengah tuduhan lain bahwa Clinton dan Obama beserta Partai Demokratnya terlalu “longgar” dengan Arab Saudi dan tuduhan Yayasan Clinton yang banyak didanai donator Arab.

Politik itu memang Rumit.

Kembali pada Isu Palestina, akankah-kah Presiden Trump mengorbankan Palestina untuk meredakan semua isu di Timur tengah?

Semoga tidak, jika dia dan timnya mau mencari solusi lainnya yang tentunya akan menguras banyak waktu, biaya dan tenaga.

Peluang kearah sana ada, dengan pengalaman ikut bermain dalam isu Palestina selama puluhan tahun terlihat bahwa pola menumpukkan isu di satu tempat seperti istilah “menggiring semut dengan tumpukan gula” ke satu tempat, bukanlah lah hal mustahil dilakukan dalam perpolitikan dunia.

Teknik “Tumpukan gula yang mendatangkan semua semut yang terdekat dan memancing semut terjauh” akan membuat lebih mudah mengendalikan dan mengontrol ketimbang “Membiarkan tumpukan gula tersebar” dimana-mana.

Menjadikan isu Palestina sebagai isu sentral untuk menjadi perhatian di Timur tengah dan Dunia Militan Islam, bisa jadi cukup produktif untuk menjaga kekuatan baru seperti ISIS muncul dan tersebar di banyak tempat.

Hal ini bukan tidak mungkin karena sikap Politik Trump lebih mementingkan kepentingan Rakyat Amerika Serikat, sehingga pilihan ini akan lebih mudah dan masuk akal untuk dilakukan.

Perubahan bisa terjadi jikalau masalah dalam Negeri Amerika Serikat benar-benar bisa selesai sehingga konsentrasi bisa di arahakan untuk menjadikan Amerika Serikat kembali menjadi Polisi Dunia.

“Make America Great Again” saat ini sudah seharusnya menempatkan urusan dalam Negeri dalam tempat yang penting ketimbang urusan Luar Negeri.

Tag: make america great again, make america great again hat, politik luar negeri donald trump, isu palestina dan israel, isu palestina terkini, Palestina Merdeka, Palestina hari ini, palestina vs israel, palestina dan israel

 

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook