Mencoba Mengurai Arti Sila 1: Ketuhanan yang Maha Esa

Dalam benak penulis dan banyak dari kita yang lainnya telah tertanam arti Ketuhanan yang Maha Esa adalah menunjukkan Tuhan yang tunggal, karena Esa artinya = Tunggal/Satu, seperti juga arti esa dalam kamus besar Bahasa Indonesia Online.

Tapi ada yang sedikit menarik saat seseorang memposting sebuah pertanyaan group media sosial, benarkan arti Esa dalam Sila Pertama Pancasila itu artinya tunggal? Karena dalam bahasa Sansekerta Eka/Ika adalah yang artinya tunggal atau Satu.

Ketuhanan yang Maha Esa, arti kata Esa menurut Bahasa Sansekerta
Ketuhanan yang Maha Esa, arti kata Esa menurut Bahasa Sansekerta (photo : screen shoot: http://spokensanskrit.de/)

Menjadi menarik karena pita yang di cengkram kaki dari Burung Garuda Pancasila, sebagai lambang Negara kita, itu juga ada tulisan yang berbunyi: Bhineka Tunggal Ika atau sering diartikan sebagai “Berbeda-beda tapi satu juga” atau “Satu dalam perbedaan”.

Eka/Ika adalah pengertian tunggal atau satu yang kita tahu, sehingga penulis terdorong untuk menelusuri lewat mesin pencari Google dan banyak menemukan tulisan blogger yang mengatakan Esa pada Ketuhanan yang Maha Esa bukan berarti tunggal.

Dari blogger oktavianipratama.wordpress.com ini, mengingatkan saya bagaimana bahasa Sansekerta sangat mempengaruhi para Founding Father kita dalam membuat rumusan dasar negara, akhirnya kemarin penulis mendapatkan kamus sansekerta online yakni yakni di alamat : spokensanskrit.de dan menemukan beberapa pengertian kata Esa yang diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

Kata Esa dalam kamus online tersebut diartikan jika sebagai kata sifat (dengan segala pengetahuan penulis) adalah: “running” = bergerak cepat dan tenang, “hastening” = bertindak cepat, “seeking” = mencari kebenaran, “Gliding” = bergerak lembut/halus/gemulai tanpa halangan.

Kemudian sebagai kata benda diartikan sebagai: “wish” = harapan/keinginan/permintaan/hasrat dan “this” = yang bisa menunjukkan segalanya, “Option” = pilihan terbaik/harus dipilih, “act of seeking or going after” = tindakan/cara untuk mencari/mengejar.

Jadi kencendrungan arti esa itu lewat terjemahan Bahasa Sansekerta itu adalah segalanya, sebagai pilihan, bentuk, keinginan/harapan dan semuanya.

Akan terasa sedikit janggal jika menyatakan Esa itu tunggal yang artinya Ketuhanan yang Maha Tunggal, karena maha itu menunjukan superioritas atau keunggulan atau kelebihan dari yang lainnya. Adakah yang lebih tinggi dari tunggal menunjukkan satu dan tiada duanya sehingga harus ada kata Maha didepan kata tunggal?

Tuhan itu satu atau Tuhan itu tunggal, sebuah pengertian yang sudah menunjukan tujuan dan maksud sebenarnya, sehingga tidak perlu disebut Tuhan itu Maha Satu atu Maha Tunggal seolah ada Tuhan tunggal lain dibawahnya.

Tetapi jika esa dihubungkan pada kata Tuhan yang Maha Esa, maka Tuhan itu berwujud sebagai Maha dari segala sesuatu atau Maha Segalanya, Maha dari apapun yang kita inginkan, baik harapan, perlindungan, kebahagian, keinginan, pencaraian dan segala sesuatu yang kita inginkan dan cari dari sisi spiritual.

Segalanya dan Maha Segalanya adalah menunjukan sebuah perbedaan yang sangat jauh dan sangat berbeda.

Dari pengertian esa sebagai tunggal dan esa sebagai segalanya, maka kata Ketuhanan itu lebih kuat pada Maha segalanya, karena tentunya tidak akan ada 2 Tuhan pencipta dunia ini, meski ada Kitab Suci yang menyatakan “Kami menciptakan dst…” dalam versi bahasa Indonesianya yang menunjukkan kata jamak.

Bukti terkuat tentunya adalah kata Bhineka Tunggal Ika pada pita yang di cengkrang lambang Negara kita Garuda Pancasila, tentunya jika Sila Pertama Pancasila menunjukkan sifat tunggal sudah seharusnya dipakai kata Tunggal atau Ika di Sila pertama, jika memang itu maksud dari para Founding Father kita.

Mengatakan Ketuhanan yang Maha Esa sebagai Maha Segalanya adalah sebuah bentuk peringatan bagi kita anak Bangsa ini bahwa kita bukanlah apa-apa sebagai manusia dihadapan Dia yang Maha Segalanya, sehingga baiklah kita saling belajar, saling mengingatkan dan bahu membahu, bukan saling menjatuhkan, bertengkar dan menganggap diri dan kelompok sebagai paling benar, karena ada Dia yang Maha Segalanya.

Salam Pewaris Nusantara.

tag: arti ketuhanan yang maha esa, pengertian ketuhanan yang maha esa secara umum, pengertian ketuhanan yang maha esa menurut pancasila, pengertian ketuhanan yang maha esa menurut para ahli, ketuhanan yang maha esa adalah, ketuhanan yang maha esa, ketuhanan yang maha esa, penjabaran sila ketuhanan yang maha esa adalah pasal, makna prinsip ketuhanan yang maha esa, makna prinsip ketuhanan yang maha esa dan fungsinya,

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook