SBY: 3) Konflik Aceh, pengorbanan Gurdur dan Keberhasilan SBY

11 tahun silam, peristiwa bersejarah telah tercipta untuk Aceh dan Indonesia. Setelah konflik berkepanjangan selama 29 tahun yang merenggut ribuan nyawa, sebuah perjanjian damai ditandatangi di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005, 232 hari paska Tsunami. Indonesia diwakili Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin, sedangkan GAM mengutus Malik Mahmud Al Haytar untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tersebut.

MoU Helsinki perjanjian perdamaian antara GAM dengan RI
MoU Helsinki perjanjian perdamaian antara GAM dengan RI (photo: Klikkabar.com)

Kedua belah pihak bersama dan mengerti bahwa konflik harus segera di akhiri dan Aceh harus segera di rehabilitasi dan dipulihkan paska Tsunami yang dahsyat, kebersamaan dalam melakukan proses ini benar-benar bisa menyatukan dan diselesaikan dengan manis di meja perundingan damai.

Perdamaian ini tak akan terjadi tanpa sebuah peranan besar yang kurang dapat sorotan yang baik dari Negeri ini, yakni keberanian dari seorang Gusdur (Presiden ke Lima RI) mengakui GAM pimpinan Hasan Tiro sebagai perwakilan resmi dari GAM yang di akui resmi Pemerintah RI.

Sebuah keberanian yang berwawasan jauh kedepan mendapat cibiran dari para lawan Politiknya, dimana mereka yang tidak berpikir jauh kedepan merasa Gusdur telah merendahkan martabat Bangsa dan Negara, telah melupakan pengorbanan nyawa para Prajurit selama konflik, dengan mengakui Gerakan Separatis sebagai badan resmi dan sejajar dengan Negara.

Gusdur telah memikirkan matang-matang bahwa untuk mendamaikan Aceh tanpa senjata maka harus ada satu pihak yang diakui Pemerintah dan Dunia dan Rakyat Aceh sebagai pewakilan mereka.

Bahwa jika pihak perwakilan itu telah tunduk pada perjanjian maka akan sangat mudah menerapkan perdamaian bahwa jika ada gejolak maka anggap akan bisa dengan mudah dianggap menjadi kasus kriminal seperti isi perjanjian yang di buat di Helsinki.

SBY sebagai penerus mendapat bantuan dengan kejadian ini. Tsunami Aceh, Minggu; 26 Desember 2016 membuat semua sepakat untuk mengakhiri konflik dan fokus memulihkan Aceh, karena semua memang mencintai Aceh.

Dunia internasional pun melihat hanya perdamaian yang akan membuat Aceh cepat pulih pasca Tsunami. Diantara kesadaraan akan keadaan dan dorongan dari tekanan dunia untuk mengakhiri perselisihan, akhirnya semua sepakat untuk duduk bersama dan menandatangani perdamaian.

SBY, mengutus Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi wakil utam Pemerintah. Kebersamaan dalam mendahulukan kepentingan masyarakat luas yang terdampak bencana menjadi prioritas bersama.

Pada dasarnya Gusdur telah mempersiapkan tangga dan SBY mendapat reputasi karena di jaman-nyalah perdamain itu nyata, begitulah hukum alam, sesuatu yang lumrah, sayang sekali jikalau semua prestasi ini harus lenyap dan dilupakan hanya karena kepentngan Dinasti Politik.

Semoga semua tindakannya bukan untuk daya tawar semata agar tidak diutak-atik masalalunya. Artinya jika itu benar ada Sesutu yang besar hendak ditutupi seperti tuduhan yang di alamatkan selama ini. Dan bencana memang bisa menyatukan mereka yang bertikai. Tapi apakah kita harus menanti bencana untuk tidak bertikai?

Semoga tidak.

Salam Pewaris Nusantara.

cikeas sby, membongkar gurita cikeas, mengenang Tsunami Aceh, politik sby, politik sby 2016, politik sby busuk, sby aktor politik, sby politik dinasti, sby politik pencitraan, tsunami aceh, Tsunami Aceh 2004, perjanjian damai aceh di helsinki, perjanjian damai aceh helsinki, perjanjian damai antara RI dan GAM,

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook