Dalam Perhantuan pun Kita Kalah?

Ingat lagu ini? “Jangankan dalam kehidupan, di dalam bercinta pun aku kalah….”, lupa saya siapa penyanyinya. Mungkin kalau dicek di google akan diberitahukannya nama tersebut. Betapa google mengalahkan semua mbah-mbah dukun kita.

Terakhir kali saya menonton di bioskop XXI bersama pasangan itu film-nya “Breaking Down”. Penontonnya ketika itu harus antri untuk mendapatkan tiket, maksud saya antrinya panjaaaaang. Dapat tiket pun untuk pemutaran beberapa jam kemudian, entah sesi ke berapa.

Breaking Down itu bercerita tentang romansa manusia biasa dengan manusia bertaring bernama drakula dan manusia serigala. Makhluk benaran dengan makhluk jadi-jadian. Seperti biasa, di dalam film Indonesia pun sebenarnya demikian juga, makhluk jadi-jadian itu memiliki kekuatan super. Melebihi manusia normal, walaupun dia memiliki kelemahan juga, misalnya dia tidak boleh terkena cahaya matahari. Segala makhluk jadi-jadian dari bangsa hantu tak mau melihat terang. Anehnya tetap kelihatan kalau di dalam film.

Apakah kita sudah belajar sejauh ini? Ayo , dikajii
Apakah kita sudah belajar sejauh ini? Ayo , dikajii (photo: simplebooklet.com)

Mereka yang sudah menonton film ini tentu telah menyaksikan, kalau makhluk itu bisa terbang melayang. Bisa memanjat pohon tinggi dengan mudah. Memiliki kekuatan yang dasyat. Luar biasa.

Walaupun tidak masuk akal, tak ada yang malu menonton film tersebut. Malah berbondong-bondong. Menonton sesuatu yang tidak masuk akal, yang dikirim orang dari negeri jauh. Ah, termasuklah saya dan isteri.

Padahal, negeri kita sendiri tak kalah banyak koleksi hantu dan makhuk jadi-jadianya. Dari kampungku saja ada begu ganjang, begu nurnur, begu sulu-sulu, begulantuk, sibegulambak, homang dan lain-lain. Belum dari daerah lain. Ah, bahkan hantu dari kampungku itu belum bisa menasional, apalagi mau menginternasional.

Jadi teringat sebuah folklor Batak Toba:
Ijuk di para-para, hotang di pallabian
Nabisuk nampuna hata, na oto tu pargadisan

Artinya
Orang pintar menguasai wacana, sedangkan si kurang pintar malah terjual.

Jangankan dalam pengetahuan, dalam perhantuan pun aku kalah….mauf ma i.

 

character building, Pembangunan Karakter, Pedidikan karakter,