Penistaan Agama : Diantara ILC – Media Sosial dan Pengadilan

Penistaan tidak saya temukan artinya dalam Kamus  Besar Bahasa Indonesia versi Online (KBBI.web.id). Sementara kata Nista dan semua turunannya (menista, menistakan, ternista, nistaan, penista, kenistaan adalan kecendrungan (pastinya) untuk menghina, merendahkan, mencela dan segala yang tidak sangat-sangat menyenangkan.

catatan tulisan ini pernah di rilis di seword.com.

Sementara Agama lewat kamus online yang sama diartikan sebagai: sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Jadi bisa saja diartikan bahwa jika Penistaan Agama adalah penghinaan dan sejenisnya atas sistem yang mengatur keimanan dan peribadatan kepada Tuhan yang Mahakuasa serta kaidah yang berhubungan dengan pergaulan Manusia juga Lingkungan.

Dalam hal ini tentu kita tidak bisa lepaskan isu termutahir dari kasus Ahok yang dituduhkan melakukan Penistaan Agama. Adakah Ahok menistakan Agama (Islam)? Tentunya penistaan itu hanya akan ada dengan memakai ukuran rasa dari manusia yang menjadi umat Agama itu sendiri, yang pastinya akan mengantungkan hal itu atas pengertian pada hal yang mengatur sistem itu sendiri dimana dalam hal ini rujukan utamanya tentu Kitab Suci Agama tersebut (Al Quran).

Dalam beberapa diskusi, informasi media dan juga Video “pembelaan” Nusrod Wahid atas tuduhan Ahok sebagai Penistaan Agama terlihat ada perbedaan pandangan diantara para Pemuka dan Pemeluk Agama Islam sendiri, baik dalam perbedaan tafsir atau terjemahan (kontekstual) atas Ayat itu sendiri. Contohnya dalam versi terjemahan Bahasa Indonesia disebut “Pemimpin” sementara dalam versi Bahasa Inggris disebut “Allies” (Sekutu) and Bahasa Arab : Auliya yang silahkan di cari artinya karena saya juga tidak paham meski kalau beberap Ulama menyebut Wali (saya dapat lewat media).

Kebersamaan itu Indah
Saatnya Pemuka – Tokoh – Ulama mengulurkan Tangan satu sama lain untuk duduk satu meja (photo: http://thejourneyof18.blogspot.com)
Nah Kembali pada Kamus Online tersebut diatas yang mengartikan Pemimpin:
1. Orang yang memimpin: ia ditunjuk menjadi ~ organisasi itu;
2. petunjuk; buku petunjuk (pedoman): buku ~ montir mobil;~ produksi produser;
Pemimpin dalam hal ini kembali punya arti sangat beragam dan terlalu luas cakupannya dalam Bahasa Indonesia, sehingga riskan karena bisa dibawa kemana saja sesuai dengan kebutuhan kita, yang sulit membatasinya pada Gubernur atau Presiden, tapi bisa jadi pemimpin di segala bidang.

Kembali pada tuduhan Penghinaan Agama atas Ahok, dari komentar dan baca-baca maka tanggapan Atas kasus ini dapat saya bagi jadi tiga kelompok:
1. Mereka yang merasa Ahok yang tidak pantas mengomentarim, menafsirkan atau bahkan mencampuri apa yang mereka percaya sebagai hal Suci .
2. Mereka yang merasa dituduh terang-terangan sebagai pembohong yang suka memanfaatkan Ayat ini untuk pentingan sendiri – termasuklah para pengikutnya
3. Mereka yang merasa bahwa pernyataan itu benar.

Perbedaan paham ini sempat sangat seru (menurut teman yang nonton) di acara tivi ILC yang memang sepertinya sering fokus untuk membahas masalah kontroversi dengan cara sekontroversial mungkin kali (nah ini pendapat pribadi sih bukan satu patokan). Sesuatu yang membingungkan dan menyedihka saya dimana pembawa acaranya seorang luar biasa Karni Ilyas  adalah pemeluk Agama itu sendiri, merasa tidak riskan atau sedikit malu atau sedih membicarakan hal sesensitif begini dengan perbedaan pendapat yang tajam seperti itu di forum publik dimana tidak bisa di batasi penontonnya.

Tontonan yang seperti melabrak teman lama dan juga teman diskusi FB saya yang suka menyindir saya dengan mengatakan; “Islam itu satu, bukan seperti kalian Kristen ada dua Protestant atau Katholik”. yang membuat saya selalu tertawa kecil dalam hati seraya seperti menyampaikan “Masih kurang bro….Karismatik juga sudah ada bro……”. Ya Karismatik ini bisa di dalam keduanya atau di luar keduanya. Belum lagi Katholik dan Protestan sendiri tidak bisa satu dan panjang lagi daftar perbedaan-perbedaan itu,

Nah sebentar lagi akankah pengadilan akan menjadi tempat “Debat panas” selanjutnya? Yang akan membahas dengan sangat detail tentang Ayat ini, Ayat lain yang berhubungan, Hadits, Fakta dan kajian sejarah, kajian dan pendapat para Pakar/Ahli dan faktor pendukung lainnya?.

Adakah ini tempat yang layak mendiskusikan dan membicarakan hal ini? Bukankan sudah seharusnya kajian komprehensif dilakukan di forum-forum Ulama, Kampus dan Akademisi dan tempat-tempat yang terhormat dan lebih layak, yang lebih elegan?

Jika pengadilan ini hanya akan banyak kerugiannya bagi Masyarakat terutama yang meraka yang beragama Islam, sudah selayaknyalah para Ulama, Tokok masyarakat dan Akedemisi, dan lain-lain duduk bersama untuk mengambil kesimpulan akan hal ini?

Lalu menyampaikan secara terbuka dihadapan publik hasil pertemuanya, baik Forum tersebut menghasilkan satu kesepakan atau perbedaan pendapat sehingga akan lebih mudah dan menyenangkan menyelesaikan kasus ini. yakni:

  1. JIka Forum sepakat  bahwa ini penistaan Agama maka sudah tentu dengan mudah Hakim menjatuhkan hukuman dan tidak perlu ada kontroversi lain.
  2. Jika forum tidak sepakat, makan tentu yang ada adalah penistaan kelompok dan Jaksa atau Hakim bisa dengan mudah untuk menutup kasus ini dengan karena adanya perbedaan pendapat di antara Ulama dan Ahli.

Semoga masalah ini selesai dengan jalan elegan.

Salam Pewaris Nusantara.

 

X penistaan agamaX kasus ahokX kasus penistaan agama ahokX kasus penistaan agamaX ahok menghina alquranX apakah ahok salahX apakah ahok akan jadi tersangkaX apakah ahok akan ditangkap

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook