Kebudayaan adalah Medan Perang Sesungguhnya

Kebudayaan adalah kata yang kembali ramai di perbincangkan di forum-forum dunia maya saat hangatnya isu seputar kontroversi konser Lady Gaga. Banyak yang mempertanyakan pernyataan bahwa
[pullquote]Membentuk dan Mengembangkan Kebudayaan adalah jalan utama bagi kemajuan.[/pullquote]

Sekar Pudyastuti Dance
PTari Sekar Pudyastuti (photo: kebudayaanindonesia.net)

Lady Gaga tidak sesuai dengan Kebudayaan Indonesia. Sementara dasar pernyataan itu sendiri tidak jelas karena ketidak jelasan yang manakah sebenarnya yang kita sebut Kebudayaan Indonesia itu? Belum ada yang bisa menjawab.

[pullquote]Kebudayaan adalah sikap, perilaku dan gaya hidup bukan hanya seremoni[/pullquote]

Di jaman Presiden Suharto Kebudayaan berada pada posisi lebih baik yaitu setara dengan Pendidikan, menurun di era reformasi yakni hanya dianggap sebagai hal komersil yang sekelas  dengan Industri Parawisata dan terakhir hanya di anggap sebagai bagian Industri Kreatif seperti mewakili “nalar”  Sang Pemimpin, yang “kebetulan” bersesuaian dengan defenisi dari Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi bahwa Kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat yang menjadi terlalu sederhana jika dibandingkan dengan defenisi Kebudayaan dari ahli berikut:

Cat. : Semua defenisi kebudayaan di kutip dari Wikipedia.com

  1. Menurut Andreas Eppink,
    Kebudayaan: mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  2. Menurut Edward Burnett Tylor,
    Kebudayaan: merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Saya cenderung lebih setuju mendefenisikan Kebudayaan itu seperti defenisi Eppink atau Burnett ketimbang defenisi yang terlalu sederhana dari  Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi.

Kebudayaan itu bukan hanya karya, rasa dan cipta. Kebudayaan itu adalah “Roh” dari suatu bangsa. Semakin tinggi kebudayaan Suatu Bangsa maka semakin mampu mempengaruhi Kebudayaan Bangsa lain. Semakin mampu mempengaruhi Kebudayaan Bangsa lain semakin mudah kita menguasi pasar mereka. Semakin mudah kita menguasi Pasar Bangsa lain semakin sejahteralah dan berkuasalah Bangsa kita.

Dan sebaliknya, semakin gagal bangsa kita membentuk dan membangun suatu Kebudayaan kita sendiri, akan semakin mudah kita di pecah-pecah,  Semakin sulitlah kita membendung serangan Kebudayaan Bangsa lain dan jadilah kita jadi pasar semata. Semakin sulitlah kita bersatu dan semakin berantakanlah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dan perlu ingat bahwa Dasar Negara kita adalah Pancasila yang di gali para “Founding Father” dari Kebudayaan Indonesia, artinya : Pengabaian akan Kebudayaan Indonesia adalah Pengabaian Dasar Negara, dan Pantas saja pelanggaran Dasar Negara dan Konstitusi semakin marak dan seperti sudah biasa karena kita gagal membentuk dan membangun satu Kebudayaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Membentuk dan Mengembangkan Kebudayaan adalah jalan utama bagi kemajuan. Dan Kebudayaan bukan Produk dari kemajuan tapi boleh Mempengaruhinya.

Berikut contoh begitu besarnya peranan kebudayaan :

1. Jikalau Negara pemasok senjata mampu memelihara Kebudayaan perang di Negara lainnya, itu adalah pasar besar untuk  negara yang menguasai teknologi persenjataan, karena teknologi itu adalah bagian Kebudayaan yang mereka kuasai.

2. Jikalau Kebudayaan Pop menguasai Indonesia, kita akan menjadi pasar untuk semua produk yang berhubungan dengan Budaya Pop. Dari album, gaya hidup, barang-barang perlengkapan dan lain-lain, karena Negara asal Kebudayaan Pop itu sudah sangat menguasai teknologinya.

3. Jikalau Batik yang menjadi salah satu Warisan Dunia, bisa menguasi pasar Dunia, bukankah Indonesia akan meraup keuntungan besar, karena secara teknologi Indonesia lebih menguasainya saat ini.

4. Jikalau korupsi, berdebat, menghujat dan olok-olok di biarkan terus, maka akan menjadi satu Kebudayaan yang hasilnya jelas bahwa seorang Lady Gaga saja mampu mengguncang Indonesia.

===========================================================
Temukan Pembahasannya di DETIK – FORUM             KOMPAS – FORUM

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook

Tinggalkan Balasan