Wajah Arab? Wajah Barat? Maaf, Ini Wajah Indonesia Bung!

Hari ini kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional 2012, dan seratus tahun kebangkitan Nasional kita disuguhi kejadian beruntun bagaikan “Tarian Pembuka” untuk menyambut 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

Wajah Indonesia
Wajah Indonesia (photo: zamrud-khatulistiwa.or.id)

“Paska” issue Geng Motor, muncul kasus jatuhnya Sukhoi SuperJet 100 di gunung salak,  disusul Kontroversi Lady Gaga dan berbarengan dengan Penghadangan dan Penghalangan atas Masyaratkat yang ingin melakukan kegiatan Ibadah Sesui Kepercayaannya.

Belum hilang duka kasus Sukhoi SuperJet 100, dan belum lagi KNKT dan team penyelidik menyelesaikan tugasnya tetapi masyarakat sudah disajikan analisa “Para Pakar” tentang spekulasi jatuhnya pesawat, dari keterlibatan intelejen asing (baca:  sabotase), kelemahan system radar bandara udara, ramalan sebelum jatuhnya Sukhoi yang menyombongkan pengikutnya dan mendera kelompok lainnya dan angkernya Gunung Salak.

[pullquote]dengan sadar atau tidak kita telah kembali mewartakan pada dunia bahwa inilah WAJAH NEGERIKU INDONESIA RAYA.[/pullquote]
Ironis bahwa kajian-yang berlebihan, sadar atau tidak adalah pernyataan kita pada dunia bahwa:  Intelijen Indonesia itu lemah,  seolah radar Bandar di  Indonesia itu tidak memenuhi syarat, bahwa kita suka bertengkar atas suatu hal kita sendiri belum tahu kebenarannya,   dan kita masih merekat pada mitos-mitos yang tidak membangun.

Lalu di lanjutkkan rencana Polri menolak mengeluarkan ijin Konser Lady Gaga, lalu kita di sibukkan dengan debat mengenai boleh tidaknya konser ini, bahwa semua berhak punya hak melakuan ini itu, ini demokrasi, ini hak azasi manusia, Polri hanya takut pada FPI dan lain-lainnya.

Ironisnya bahwa kita lupa atau memang tidak perduli siapa Lady Gaga, tidak cari tahu arti lirik lagunya, tidak tahu tipe generasi  apa yang mendukungnya dan siapa yang dia bela dan bangun, kita berkutat dengan sadar atau tidak hanya karena ketidaksukaan atas FPI dan kelompok sejenisnya, yang dengan sukses membutakan hati dan pikiran kita dari arti sebuah Kepentingan Nasional.

Lalu kembali terulang penghalangan dengan kekerasaan pada Kelompok Masyarakat yang ingin Beribadah sesuai Agama dan Keyakinannya oleh sekelompok Masyarakat lainnya, lalau munculah perdebatan sengit,  yang pada Forum-Forum diskusi diidentifikasi sebagai pertentangan kaum Onta dan kelompok Domba. Saling membela agamanya dan saling membela kelompoknya. Dan seperti tidak ada tempat bagi mereka yang berpikir jernih.

Ironisnya, kita lupa bahwa masalah ini bukan antara Onta dan Domba, Bukan Kristen dan Islam tapi Indonesia dengan Indonesia. Kita tidak sadar kita bersaudara, tidak sadar bahwa masalah timbul karena pembiaran dan pemanfaatan untuk kepentingan sempit, yang di balut isu Agama. Kita tidak sadar bahwa Islam dan Kristen adalah Agama impor yang cenderung membawa masalah dari tempat asalnya ke manapun dia berada. Kita tidak sadar bahwa mereka yang mengikuti ajaran asli (yang lebih tua) telah tersinggung dan mulai bergerak dan membangun kelompok yang percaya akan ada kedamaian tanpa Agama.

Lebih Ironis Lagi kita, dengan sadar atau tidak kita telah kembali mewartakan pada dunia bahwa inilah WAJAH NEGERIKU INDONESIA RAYA.

Kapankah kita mau Berubah demi perubahan Wajah Negeri Ini?

Mari Berubah Demi Indonesia,
Salam Pewaris Nusantara.

Mari bergabung :
Halaman Resmi Facebook          Groups Resmi Facebook               Ikuti di Twitter
==========================================================
Temukan Pembahasannya di : >>>DETIK – FORUM <<< >>> KASKUS – The Largest Indonesian Community <<< >>> KOMPAS – FORUM<<<
==========================================================

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook

Satu tanggapan untuk “Wajah Arab? Wajah Barat? Maaf, Ini Wajah Indonesia Bung!

  • 24 Mei 2012 pada 23:04
    Permalink

    mau bikin kontroversi jg ya pake nulis “Kita tidak sadar bahwa Islam dan Kristen adalah Agama impor yang cenderung membawa masalah dari tempat asalnya ke manapun dia berada.” segala..
    atau pengikut ajaran tua yg pengen atheis seperti ‘Kita tidak sadar bahwa mereka yang mengikuti ajaran asli (yang lebih tua) telah tersinggung dan mulai bergerak dan membangun kelompok yang percaya akan ada kedamaian tanpa Agama.’
    ????

Tinggalkan Balasan