Wajah Arab? Wajah Barat? Maaf, Ini Wajah Indonesia Bung!

Ironisnya, kita lupa bahwa masalah ini bukan antara Onta dan Domba, Bukan Kristen dan Islam tapi Indonesia dengan Indonesia. Kita tidak sadar kita bersaudara, tidak sadar bahwa masalah timbul karena pembiaran dan pemanfaatan untuk kepentingan sempit, yang di balut isu Agama. Kita tidak sadar bahwa Islam dan Kristen adalah Agama impor yang cenderung membawa masalah dari tempat asalnya ke manapun dia berada. Kita tidak sadar bahwa mereka yang mengikuti ajaran asli (yang lebih tua) telah tersinggung dan mulai bergerak dan membangun kelompok yang percaya akan ada kedamaian tanpa Agama.

Baca Selengkapnya

Sepeda Motor Super Hemat versus Regulasi yang Dibutuhkan

Dengan data diatas pemerintah bisa membuat regulasi untuk Penggunaan maksimum BBM untuk Sepeda Motor Bebek Kapasitar 125 cc adalah:

Dua tahun kedepan : 1 liter = 50 km/per jam
Setiap Lima tahun harus ada pengurangan penggunaan minimal 5 %

Tidak akan ada kesulitan karena salah satu Sepeda Motor Bebek kapasitas 125 cc mampu mencapai 80 km untuk 1 Liter BBM. Artinya paling banter para Pabrikan Sepeda Motor 125 cc tersebut mengurangi kecepatan maksimal ke 60 atau 70 km per jam. Sesuatu yang masuk akal, juga jika di pandang dari segi keamanan pengendara.
Dua tahun kedepan : 1 liter = 50 km/per jam
Setiap Lima tahun harus ada pengurangan penggunaan minimal 5 %

Tidak akan ada kesulitan karena salah satu Sepeda Motor Bebek kapasitas 125 cc mampu mencapai 80 km untuk 1 Liter BBM. Artinya paling banter para Pabrikan Sepeda Motor 125 cc tersebut mengurangi kecepatan maksimal ke 60 atau 70 km per jam. Sesuatu yang masuk akal, juga jika di pandang dari segi keamanan pengendara.

Baca Selengkapnya

IASJ – Ikatan Alumni Salah Jurusan

Biar tidak ada lagi :
1. Karyawan yang berjiwa Pengacara – yang hari hari membaca dan membahas Undang-Undang Perburuhan dan memikirkan nuntut naik gaji lalu rencanakan aksi mogok versus Manager Personalia berjiwa rentenir yang hanya memikirkan “improvement’ dengan tidak peduli pada karyawannya.
2. Tidak akan kita lihat lagi Dokter yang berjiwa Customer Service yang hanya memerika pasien secara verbal sambil ber SMS ria atau dokter yang menganggap Pasien adalah bahan praktek yang di bisa di ganti “suku cadangnya”.

Baca Selengkapnya