Fenomena Aneh (?): Geng Motor, May Day dan Racun Politiknya

Geng Motor Milik http://www.tempo.com.co

Pembunuhan Kelasi satu Arifin yang melibatkan Geng Motor dan  anak Seorang Jendral Polisi, dianggap membuat Polisi lambannya penanganan kasus ini dan membuat gerah pihak korban dan akhirnya melakukan pembalasan sebagai solidaritas akan teman, atas nama Geng Motor Pita Kuning, semakin runyam karena adanya tembakan dan Toyota Yaris Putih yang tidak jelas hubungannya.

Selanjutnya, Nazaruddin divonis hanya 4 tahun  10 bulan ditambah denda Rp 200 juta dalam perkara korupsi Wisma Atlet. Kemudian kasus Angelina Sondakh, Nunun Nurbaetie dan Miranda Gultom tersendat karena Kisruk di KPK. Kemudian Siti Fadilah  Supari (mantan Menkes) yang benar-benar jadi tersangka atas dasar penyelidikan, yang boleh dikatakan luar biasa, dari Polisi (bukannya KPK seperti biasanya). Lalu ada bentrok Tentara dengan Brimob di Gorontalo hanya karena masalah sepele dan dituduh hanya rebutan lahan semata.

Lalu muncul isu Penjualan Organ TKI yang tewas di Malaysia seolah-oleh Pemerintah Malaysia terlibat dalam hal ini. Dan masih banyak sekali kasus yang mencuat jadi isu nasional saat ini.

Media begitu semangat memberitakan dan melakukan analisys  yang di dukung Politikus dan Analys “Independence” dan sepertinya yang selalu tidak kita harapkan, masyarakat kembali terprovokasi dan mulai menelat bulat bulat semua berita lalu menghakimi keadaan dengan berbagai komentar.

Ada yang mengatakan ini adalah pengalihan isu aja, lalu ada yang bilang ada yang mau coba Kudeta atau ketidakmampuan aparat dan ketidak becusan Presiden dan lain-lain.

Bisa jadi semua kejadian tersebut di atas tidak terencana. Mengalir Begitu saja. Tapi Kebiasan dari Para Politikus, Pemerintah dan Media adalah memamfaatkan semua itu untuk kepentingan mereka. Menggiring opini dan debat kusir di masyarakat yang memang kadung terjebak (dan suka akan jebakan itu).

Politikus, Pemerintah dan Media seakan buta akan apa yang masyarakat butuhkan, mereka terus meracuni pikiran masyarakat dengan berita yang “diinginkan”, dan akhirnya yang muncul adalah pertengkaran, ketidak sepahaman, ketidak percayaan, penghakiman, dan lebih parah adalah Kebencian yang mebutakan mata hati dan pikiran. Racun yang luar biasa ini telah semakin menjejali pikiran masyarakat.

Dan muncullah isu penggalangan masa besar-besaran di hari selasa, tanggal 1 May 2012, yang akan menjatuhkan presiden. Hari yang harusnya adalah pesta kaum Buruh untuk menunjukkan eksitensi mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mari kita bebaskan pikiran kita dari racun perusak pikiran ini. Hentikan penyebaran racun pikiran ini dari tengah-tengah masyarakat. “Hukum” para Politikus, Pemerintah dan Media yang suka memamfaatkan dan memperuncing masalah untuk kepentingan mereka dengan tidak terpancing pada isu yang mereka hembuskan dan lawan penyebaran kebencian dan provokasi dengan mengutip dan menyebarkan berita yang menyejukkan dan menenangkan yang sebenarnya paling kita butuhkan.

Jangan biarkan kaum Opurtunis dan Status Quo kembali mengambil hati kita, karena hanya kekuasaan yang mereka inginkan, dan seolah-olah hanya merekalah yang mampu menyelamatkan negeri ini.

Mari kita hargai bahwa 1 May adalah May Day yaitu hari Buruh untuk bersukacita, berkumpul dan menunjukkan kekuatan mereka, jangan biarkan ada yang menunggangi mereka.

Dan mari jatuhkan hukuman selanjutnya pada Pemilu 2014. Rakyat Bijak dapat Pemimpim Merakyat.

Selamat Hari Buruh,

Pewaris Nusantara.

 

 

 

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook

Tinggalkan Balasan