Politik BBM: Pembodohan dan Provokasi atas Masyarakat

Sudah di Postkan pada laman www.pewarisnusantara.wordpress.com pada 1 April 2012 .

 

Gejolak Kenaikan BBM akhirnya berakhir dengan hasil yang masih menggantung asa. Kelompok yang menolak akhirnya lebih di ikuti DPR meski dengan kekawatiran akan defisit anggaran yang berbahaya. Ditandai dengan pemberian wewenang pada Pemerintah untuk menaikkan BBM naik per Agustus 2012, dengan syarat ada fluktuasi pasar (ICP) lebih kurang 15%.

[pullquote]Mari JANGANLAH KITA MENAMBAH BEBAN MASYARAKAT dengan statement kita yang kita sendiri tidak paham yang sebenarnya[/pullquote]
Di benak penulis keputusan ini adalah hanya keputusan Populis dari para politikus yang tidak ingin kehilangan konstituen saja, dan tidak lebih dari situ. Kelihatan sekali pada saat Sidang Paripurna yang bertele-tele, banyak interupsi tak berguna seolah-olah “perang” aparat dengan mahasiwa di luar gedung adalah hal yang tak perlu di perhitungkan.

Golongan pertama (penulis tidak mau menyebut oposisi, karena ada partai koalisi yang ikut) yang menolak kenaikan BBM, sepertinya “sengaja” bertahan pada statement yang menina bobokan masyarakat, seolah olah mereka memang berjuang untuk Rakyat. Kelihatan sekali dari cara mereka bertindak dan berbicara selama sidang Paripurna BBM.  Kelompok ini hanya menonjolkan efek berantai dari kenaikan harga BBM, dan lebih menonjolkan makin sulitnya kehidupan masyarakat tanpa mau mempelajari opsi lain, mereka yang selama ini tidak menekan pemerintah dalam penghematan anggaran, yang selama ini tidak menekan pemerintah agar benar-benar berperang dengan Koruptor, yang selama ini tidak menekan pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, yang tidak pernah menekan pemerintah untuk memakai energi alternative, seperti BBG. Mereka yang selama ini lebih suka berdebat ketimbang menyelesaikan tugasnya yaitu membuat Undang-Undang. Mereka bagaikan Harimau yang pura-pura tidur dan  siap menerkam lawan jika ada peluang, tanpa peduli sekelingnya.

Golongan kedua adalah yang mendukung kenaikan BBM demi penyelamatan anggaran, yang tidak ingin kehilangan konstituennya dengan mendukung penundaan kenaikan BBM, yang tidak mau dengan gamblang memberitahuan afek jangka menengah dan panjang jika BBM itu tidak dinaikan, kelompok ini cari aman dengan menunda kenaikan BBM dan berharap harga ICP akan normal kembali. Kelompok inilah juga yang mengusung pemerintah yang tidak mampu mengefesienkan anggaran, tidak mampu memberantas Korupsi dan tak mampu menegakkan Hukum serta sangan lamban dalam konversi ke BBG.

Mana yang benar dari kedua golongan di atas? Sulit menentukan bagi saya rakyat awam ini. Tapi apapun yang terjadi rakyat adalah tetap yang paling dirugikan, yakni:
1. Tidak menaikkan Harga BBM bisa berimbas anggaran yang defisit, yang mengakibatkan pertumbuhan bisa melambat karena batal atau gagalnya proyek pemerintah dan akibatnya roda ekonomi terganggu
2. Menaikkan harga BBM berarti menambah himpitan rakyat, karena akan disertai oleh kenaikan semua harga kebutuhan yang melebihi nilai kenaikan BBM itu sendiri, sementara penghasilan masyarakat belum memadai untuk menyesuaikan kenaikan ini.

Saya tidak tahu mana yang paling baik dan aman, dan seyogianya kita masyarakat percayakan pada pemerintah dan parlemen. Karena Pemerintah yang payah ini adalah pilihat rakyat. Dan parlemen yang buruk itu juga pilihan Rakyat, Jika mereka gagal mari kita benamkan di tahun 2014.

Saya mengajak para pencinta Negeri ini yang tak termasuk aliran “Politikus Busuk” untuk tidak memperkeruh suasana, dengan statement yang meresahkan, seperti yang keluar pra keputusan penundaan kenaikan BBM waktu lalu, karena kita sebenarnya tidak tahu mana yang   terbaik, dan jangan percaya pada para Politisi dan Pengamat yang suka yang suka berkoar-koar yang malah semakin memperkeruh suasana, dan menambah beban masyarakat.
Mari JANGANLAH KITA MENAMBAH BEBAN MASYARAKAT dengan statement kita yang kita sendiri tidak paham yang sebenarnya.

Salam Pewaris Nusantara.

Karles H. Sinaga

Karles H. Sinaga

Pewaris Nusantara - Founder: Batak.web.id - Akun Facebook

Tinggalkan Balasan